[{"content":"Kata mereka aku mahir bermain benang. Sehingga orang-orang membawa benang kusut mereka padaku. Berkata padaku untuk coba menguraikannya. Aku mencoba dengan tenang, sementara mereka menatapku dengan harap.\nKata mereka tanganku tenang. Itulah sebabnya benang sekusut apapun bisa kuuraikan. Kata mereka hatiku terlalu tak acuh. Itulah mengapa mereka merasa benang kusut itu bukan masalah untukku.\nBenang-benang kusut itu ku tarik terus menerus. Dengan sabar tanganku masuk ke kanan lalu mengeluarkan ke kiri, begitupun sebaliknya. Lilitan seerat apapun aku coba uraikan. Rasa-rasanya tanganku sudah terbiasa—bahkan terlalu terbiasa.\nSelang beberapa tahun benang kusut mereka membentuk bulan sabit—terlihat indah. Tapi tidak dengan benangku, benangku tetap menyimpul kusut. Tapi tak apa, karena aku pintar mengurai benang.\nAku bangga sekali karena aku mahir bermain benang\nPs : tapi ini bukan tentang benang\n","date":"2025-06-28T00:00:00Z","image":"https://deseafiles.vercel.app/p/kau-benar-ini-bukan-tentang-benang/benang_hu_7e26b8563180d45a.jpeg","permalink":"https://deseafiles.vercel.app/p/kau-benar-ini-bukan-tentang-benang/","title":"Kau benar, ini bukan tentang benang."},{"content":"Rumah itu berdiri sendirian.\nDi tengah lautan mati tak berpenghuni. Tanpa satupun hal berniat untuk berbagi napas dengan \u0026lsquo;rumah\u0026rsquo; itu. Baginya hanya satu hal yang seringkali menyapa, hanya ombak. Ombak yang mendesir kuat, menabrak tiap sisi pondasinya—kian lama mengikis pijakannya.\nTapi ia tetap berdiri kokoh. Bukan pilihan bagi \u0026lsquo;rumah\u0026rsquo; itu. Tapi keharusan. Kadang, ia berharap roboh saja. Tapi bahkan untuk roboh pun, ia merasa berat—ia berat menjadi lemah.\nRumah itu tetap kosong, sendirian, dan menyepi di lautan mati.\n","date":"2025-06-22T00:00:00Z","image":"https://deseafiles.vercel.app/p/rumah-itu/cover_hu_9574127157c64f56.jpeg","permalink":"https://deseafiles.vercel.app/p/rumah-itu/","title":"Rumah itu."},{"content":"Semua orang di sini selalu tumbuh dengan sayap. Pada anak-anak, sayap itu mungil belum bisa membawanya terbang. Pada remaja, kurasa sayap-sayap itulah yang berada di masa emasnya, gemar terbang ke berbagai arah \u0026ndash; meskipun terkadang salah arah. Pada seorang ayah, sayap itu menua namun terasa sangat kokoh di punggungnya. Sayangnya pada ibu sayap itu menghilang, terlihat bekas luka yang mengering, tanda sayap itu terpotong secara paksa.\n\u0026ldquo;Apa suatu saat aku harus jadi seorang ibu seperti Ibu juga?\u0026rdquo;\nIbu terseyum seraya menjawab, \u0026ldquo;tentu saja, menjadi seorang ibu kan pekerjaan yang sangat mulia.\u0026rdquo;\nAku diam mendengar, lalu menggumam sesuatu yang ibu tak akan kubiarkan mendengar.\n\u0026ldquo;Menurutku tidak begitu.\u0026rdquo;\nAku tidak ingin mulia. Aku tidak ingin menjadi seorang ibu.\nNamun semua orang terkesiap saat monolog batin ini berubah menjadi suara. Kata mereka, aku perempuan yang salah arah. Padahal sejak itu tak semua yang terarah mampu membentangkan kembali sayapnya.\nJika memang semua melihat itu sebagai hal yang mulia maka tak apa, karena langit terlihat lebih indah dari bawah sini. Walaupun mulai mengabur tertutup air lautan. Semakin jauh berkelana di tempat ini, hanya gelap yang kutemui dengan napas yang kian mencekik. Tapi tak apa, karena saat aku menoleh ke punggung, sayapku masih tetap utuh.\n","date":"2025-01-27T00:00:00Z","permalink":"https://deseafiles.vercel.app/p/ketika-sayap-tak-lagi-menunjukkan-keinginannya/","title":"Ketika Sayap Tak Lagi Menunjukkan Keinginannya"},{"content":"\u0026ldquo;Jangan letakkan dia seperti itu.\u0026rdquo; \u0026ldquo;Kenapa?\u0026rdquo; \u0026ldquo;Retaknya akan terlihat.\u0026rdquo; \u0026ldquo;Kenapa retaknya tak boleh terlihat?\u0026rdquo;\n\u0026ldquo;Retakan itu memalukan, tidak indah, dan cacat. Letakkan retakan itu dibelakang.\u0026rdquo;\nAku mengangguk, tapi tanganku mulai meraba sisiku yang juga retak. Retakan yang ikut tumbuh bersamaku.\nLalu aku ikut berpindah posisi, sebab aku tahu sisi mana yang harus terlihat di depan. Menatap ke cahaya, sedangkan sisi lain berselimut hampa. Dipindah ke belakang \u0026ndash; tak penting untuk diperlihatkan.\n","date":"2025-01-25T00:00:00Z","permalink":"https://deseafiles.vercel.app/p/versi-aku/","title":"Versi Aku."},{"content":"I will give this book 3.8/5. Ceritanya bagus kokk, tapi imo ini tipe cerita detektif yang ga ngebiarin kita untuk ngebangun deduksi, karena fakta-fakta yang dikasi itu berbanding lurus sama banyaknya halaman yang dibaca—tipe fakta yang baru ditemukan pas halaman dibaca makin banyak. Terus juga di buku ini aku bisa sedikit sombong, soalnya aku bisa nebak poin utama gimana alur dari cerita ini berjalan berdasarkan feeling aku haha. Judulnya juga menggambarkan gimana kacaunya keluarga inugami setelah hak alih waris dibacakan, like totally a disaster! Tapi kalau cerita ini dibaca sampai akhir, aku bakal kategorikan cerita ini untuk punya happy ending terlepas dari gimana kejamnya para pelaku menghabisi korbannya. This is the first book from Seishi Yokomizo i ever read, habis ini aku bakal baca bukunya yang lain lagi hehe soalnya nagihh.\nps: dari cerita ini aku kepikiran, jejak sepatu kan biasanya selalu digunakan sebagai patokan untuk mencari pelaku. Gimana kalau pelaku sengaja pake sepatu yang lebih besar dan berkeliling dengan sepatu itu sambil ngejalanin aksinya????\n","date":"2025-08-17T00:00:00Z","permalink":"https://deseafiles.vercel.app/p/petaka-keluarga-inugami/","title":"Petaka Keluarga Inugami - Seishi Yokomizo."},{"content":"Ini buku aku bakal kasih rating 3.5/5. Butuh waktu lama banget buat tamatin buku ini, bener-bener kaya aku lagi baca dongeng tapi aku gatau ini dongeng mau dibawa ke mana akhirnya. Terus pada akhirnya aku selalu dibuat tahan napas di beberapa paragraf akhir episode. Padahal aku awal baca buku ini tuh bener-bener gatau cerita ini bakal dibawa ke mana, cuma berbekal \u0026lsquo;Ziggy kalau buat buku biasanya dark gitu, ini juga pasti bakal bikin kaget deh akhirnya.\u0026rsquo; Aku jadi yakin aja ini cerita pasti bakal punya ending yang gelap juga kaya buku sebelumnya dia.\nTerus juga kata-kata yang dipake untuk narasi dalam cerita ini tuh lumayan susah untuk aku tangkap, kalau aku bisa jujur sekarang mungkin cuma 40% yang bisa aku anggap cerita utama, sisanya aku anggap sebagai pelengkap cerita aja. Kunci kegelapan dari cerita ini adalah bagian footnote di episode akhirnya, so make sure you don\u0026rsquo;t skip that part when you read this book.\nOiya ini buku bercerita tentang 5 anak kecil yang diajak pergi berpetualang ke Kota Terapung Kucing Luar Biasa, bersama dengan pengasuh kucingnya yaitu Nona Gigi si Kucing Luar Biasa yang berarti kucing yang di luar kebiasaan. Perjalanan mereka untuk sampai ke Kota Terapung Kucing Luar Biasa dimulai dengan menaiki kereta api, lalu di lanjut dengan ini, itu, dan akhirnya sampailah mereka di Kota Terapung Kucing Luar Biasa. Mulai dari sini aku bakal berhenti menceritakannya, kalian harus baca sendiri buat tau apa yang aku rasain waktu aku baca buku ini hehe.\n","date":"2025-08-10T00:00:00Z","permalink":"https://deseafiles.vercel.app/p/kita-pergi-hari-ini/","title":"Kita Pergi Hari Ini - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie."}]