<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Nana BaNana</title><link>https://blog.shaleggo.site/tags/tulisan/</link><description>Developer and writer.</description><generator>Hugo 0.161.1</generator><language>en</language><managingEditor>Nana BaNana</managingEditor><lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://blog.shaleggo.site/tags/tulisan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Selain Nasi Padang, Mie Ayam, dan Pantai</title><link>https://blog.shaleggo.site/posts/selain-nasi-padang-mie-ayam-dan-pantai/</link><pubDate>Wed, 27 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://blog.shaleggo.site/posts/selain-nasi-padang-mie-ayam-dan-pantai/</guid><description><![CDATA[<p>Seminggu lalu, aku menyukai nasi padang. Tapi hari ini nasi padang terasa biasa saja untukku. Sebulan lalu, mie ayam selalu menjadi pilihan pertama yang ingin aku makan saat jam istirahat. Namun sekarang mie ayam tak lebih kurang dari sayur kacang—aku tidak pernah menyukai sayur kacang sejak dulu.</p>
<p>Setahun lalu aku menyukai apa kira-kira? Ada harmoni yang bersuara kah saat aku menyatakan hal-hal yang saat itu aku gemari?</p>
<p>Hari ini pantai berselimut kelabu. Air itu menyentuhku, tapi tak membawa apa-apa lagi padaku. Angin itu hanya meniup rambutku, aku benci rambutku yang berantakan seperti ini. Tapi sepertinya dulu aku tak membenci angin yang membuat rambutku berantakan.</p>
<p>Kata dia aku aneh. Kataku pun begitu. Kata orang-orang aku masih aku yang biasa. Kataku tidak begitu.</p>
<p>Apalagi menurutmu yang bisa kucinta—selain hal-hal yang sudah lelah kucinta?</p>
]]></description></item><item><title>Kata Para Komet</title><link>https://blog.shaleggo.site/posts/kata-para-komet/</link><pubDate>Sun, 17 May 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://blog.shaleggo.site/posts/kata-para-komet/</guid><description><![CDATA[<p>Komet A pernah berkata jika ia pernah menabrakkan dirinya pada planet biru nan megah di ujung sana, lalu kembali membaik dalam waktu hanya semalam saja. Tapi komet B bilang jika planet biru itu letaknya bukan di ujung sana, tapi di ujung situ.</p>
<p>&ldquo;Sana dan situ itu berbeda loh komet A.&rdquo; Tapi komet A tetap bersikeras jika planet biru benar-benar di ujung sana.</p>
<p>Di saat bersamaan komet C menghardik keras komet B yang berkata kalau planet biru ada di ujung situ. Padahal ia tau komet E pernah menduduki planet biru yang berada di sini 3 hari lalu.</p>
<p>Apakah planet biru memang berpindah tempat? Pikir komet D.</p>
<p>Rasanya mustahil planet biru berpindah tempat, karena saat ia melihat di ujung sana, sini maupun situ. Satu-sataunya yang terlihat ialah planet merah yang terang benderang, namun berawan gelap. Tapi yakinkah ia jikalau planet merah itu memang berwarna merah atau justru ia cenderung berwarna ungu di saat semua orang memperdebatkan planet biru.</p>
]]></description></item><item><title>Sidang Terakhir</title><link>https://blog.shaleggo.site/posts/sidang-terakhir/</link><pubDate>Fri, 17 Apr 2026 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://blog.shaleggo.site/posts/sidang-terakhir/</guid><description><![CDATA[<p>Setiap pagi aku bertemu dia di depan cermin. Setiap pagi sidang itu dimulai tanpa pembela. Aku menjadi hakim, jaksa sekaligus algojonya. Ia hanya berdiri di sana, berperan sebagai terdakwa. Menerima semua tuduhan tanpa keberatan sedikitpun.</p>
<p>Fisiknya kecil dan tak menarik. Mentalnya lemah dan mudah dibodohi. Saat kuhina seperti inipun ia hanya diam. Bodoh sekali dia ini, tak ada perlawanan atas semua hinaanku sama sekali. Matanya bahkan tak bergejolak menampilkan amarah.</p>
<p>Namun, pagi ini berbeda. Untuk pertama kalinya ia berani menatapku. Ia tersenyum tipis, padahal tanganku sudah tak sabar ini membunuh dirinya. Bayangan gagal yang tak pernah berubah.</p>
<p>Tanganku gemetar, sepertinya karena aku terlalu bersemangat menyambut hari esok. Hari di mana aku tak perlu bertemu dia. Hari esok di mana bayangan pecundang ini akan lenyap selamanya. Hari esok di mana untuk pertama kalinya aku bertemu pagi tanpa persidangan.</p>
<p>Kami sama-sama mengucapkan selamat tinggal.</p>
<p>Lalu sidang terakhir telah usai. Tanpa satupun pemenang.</p>
]]></description></item><item><title>Kau benar, ini bukan tentang benang</title><link>https://blog.shaleggo.site/posts/kau-benar-ini-bukan-tentang-benang/</link><pubDate>Sat, 28 Jun 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://blog.shaleggo.site/posts/kau-benar-ini-bukan-tentang-benang/</guid><description><![CDATA[<p>Kata mereka aku mahir bermain benang. Sehingga orang-orang membawa benang kusut mereka padaku. Berkata padaku untuk coba menguraikannya. Aku mencoba dengan tenang, sementara mereka menatapku dengan harap.</p>
<p>Kata mereka tanganku tenang. Itulah sebabnya benang sekusut apapun bisa kuuraikan. Kata mereka hatiku terlalu tak acuh. Itulah mengapa mereka merasa benang kusut itu bukan masalah untukku.</p>
<p>Benang-benang kusut itu ku tarik terus menerus. Dengan sabar tanganku masuk ke kanan lalu mengeluarkan ke kiri, begitupun sebaliknya. Lilitan seerat apapun aku coba uraikan. Rasa-rasanya tanganku sudah terbiasa—bahkan terlalu terbiasa.</p>
<p>Selang beberapa tahun benang kusut mereka membentuk bulan sabit—terlihat indah. Tapi tidak dengan benangku, benangku tetap menyimpul kusut. Tapi tak apa, karena aku pintar mengurai benang.</p>
<p>Aku bangga sekali karena aku mahir bermain benang</p>
<p>Ps : tapi ini bukan tentang benang</p>
]]></description></item></channel></rss>